Thursday, August 30, 2012

Train Stories

Yeayy! Finally blogging about photo sessions again after a long pause...
Foto-fotonya dalam rangka ikut sama suami yang lagi ada kerjaan di Salatiga :)
Dalam perjalanan mampir deh, ke Museum Kereta Api di daerah Ambarawa.

Location : Museum Kereta Api Ambarawa
Top & Black Hijab by : Ciclo Sole, Bag : Unbranded, Cardigan : Zara
Toddler photo session staring Ezra :)


Saturday, July 28, 2012

Pemenang Hijab Stories

Yeay, akhirnya setelah menunggu beberapa waktu, sekarang kita sudah punya pemenang untuk event share your hijab stories kali ini. Maaf ya, pengumumannya mundur satu hari dikarenakan kemarin koneksi internetnya sedang bermasalah. 

Dan...selamat ya, buat Deby Aprilia Haryani, kamu terpilih jadi pemenang event Share Your Hijab Stories. Kamu akan mendapatkan goodie bag seperti gambar di bawah yang berisi tiga buah cotton shawl, satu buku tutorial hijab casual, satu buah bedak dan satu buah body butter dari Wardah.

Isi goodie bag
NB : Buat Deby, silakan DM alamatmu lewat twitter @nia_nurdiansyah supaya hadiahnya bisa segera dikirimkannya, ya. Salaam.

Friday, July 13, 2012

H2C .. Heaven or Hell ‘Choices by Aster Sisi

Tersengat oleh ceramah seorang ustad ketika kesadaranku sudah dalam titik mengkhawatirkan karena berjuang melawan kantuk yang amat sangat, ditambah ngilu karena sikut temanku yang rajin menyerang pinggang. Bingung bin heran, kow bisa yaaa, kalimat ustad itu kekeuh bertahan di kepalaku dan terus bercuap-cuap, kayaknya sengaja banget deh bertahan biar aku benar-benar meresapinya. Bukan kali pertama aku dengerin ceramah para ustad, dari yang kondang banget sampai yang baru saja menapakkan kiprahnya. Tapi jangan ditanya ya apa isi ceramahnya, terlalu minim yang bisa diserap denga seutuhnya oleh otakku.

Hijabku Berawal Dari Mimpi by Tyara Kusuma



Niat berhijab itu sudah muncul sejak lama,selain karena aku terlahir di keluarga muslim yang begitu kental. Perempuan-perempuan di lingkungan sekitarku juga berhijab. Awalnya Aku belum mantab untuk memakai hijab. Tapi pada suatu malam, Aku mendapat sebuah mimpi, mimpi yang sangat aneh. Di dalamnya ada seorang Ibu separuh baya yang mengajakku meyebrang ke sebuah jembatan, seperti jembatan Siratalmustaqim. Jembatan sepeti halnya seutas tali kecil yang tajam, licin dan hitam, di bawahnya ada api yang menyala membara. Banyak orang berjatuhan masuk ke bara api tersebut. Mereka menangis minta tolong, tetapi tak ada satu orang pun yang bisa menolong mereka.

Saya,Hijab,dan Takdir Allah by Deby Aprilia Haryani


Bissmillahirrahmanirrahim Assalamu’alaikum wr wb

Ketika saya menceritakan pengalaman hijab pertama saya, saya selalu terbang ke masa SMA saya. Bukan, bukan karena saya berhijab sejak SMA, tapi alasan terkuat saya berhijab berhubungan dengan satu prinsip saya saat SMA. Jadi, letak SMA saya dulu di kompleks persekolahan di sebuah kota di Kabupaten yang terkenal akan desa wisata Tawangmangu. SMA saya terletak di paling timur kompleks dan di baratnya ada satu SMA islam yang cabangnya sudah ada bahkan hampir di setiap Kabupaten/Kota. Sayangnya, siswa-siswi SMA tersebut masih belum islami, setidaknya sebagian besar. Contoh yang berhubungan dengan cerita ini adalah diwajibkannya berjilbab bagi setiap siswi. Menurut saya niatnya sangat baik. Akan tetapi pada akhirnya, siswi yang bersekolah disitu mengenakan jilbab seakan hanya menaati peraturan saja, bukan karena kesadaran menutup aurat. Mereka berjilbab, tapi berponi. Mereka berjilbab, tapi dari belakang terlihat rambutnya yang tergerai. Mereka berjilbab di sekolah, tapi melepasnya setelah dua langkah dari gerbang sekolah.

Accidentally Hijab by Aulia Permata Fani


Mengenakan hijab bagi saya adalah sebuah transformasi tiada henti. Berawal dari keinginan yang muncul sejak saya duduk di bangku sekolah menengah pertama. Bukan karena dorongan iman atau agama. Hanya entah apa, saya suka, dan merasa damai, bahkan hanya dengan memandang atau membayangkannya. Sementara, saya berada di masa remaja, pencarian jatidiri. Mulai mengenal fashion, memperhatikan penampilan, mencintai rambut indah saya, dan ingin menunjukkan kelebihan fisik sebagai wujud identitas. Yang ada di pikiran saya waktu itu, “Nanti dulu lah yaa, kayanya belum siap pake hijab, belum ikhlas, hijabin hati dulu aja.”

Tears on My First Hijab by Riski Kusumasari


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh… Kenalin nama saya Kiki, 22 tahun, seorang mahasiswa Ekonomi di universitas negeri di Solo. Tertarik dengan posting di FB tentang share pengalaman memakai hijab, saya berinisiatif untuk berbagi dengan ukhti-ukhti sekalian. Ini ada foto pertama saya ketika memutuskan untuk berhijab dan hijab itu saya peroleh dari Ibu.

Saat itu saya duduk di bangku kelas 3 di sebuah SMA negeri ternama di Solo. Dari banyak kegiatan yang saya ikuti, sakah satunya adalah kajian Islami atau pengajian di masjid sekolah. Tergerak hati ini setiap mendengar ayat Al-Quran yang artinya “ Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya..” (Q.S. An Nuur:31) Subhanallah..sungguh kita sebagai kaum wanita benar-benar dijaga oleh Allah.